Tunduk lesu
tika dia menolak
awan sudah memberat
menggendong air
yang makin sarat
bakal tumpah
seminit itu.
Dalam paksa
menggasak akur
tiap bibit keputusan
yang meluntur laju di bibir
cekap pada bahasa ibunda
sayup-sayup berkata
muktamad.
Sergah iman pada hati
jangan menangisi lagi
cinta tidak terburai
tidak menghilang
jika di pelihara
sesuci mahkota
bersih dari debu
kilat sepanjang masa
jangan -jangan manjakan
nafsu yang miang mengejar.
Kay
Loughborough, UK
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




No comments:
Post a Comment