Pages

Labels

Sunday, August 20, 2006

Dia Mengandai

Dia berpaling benci
tuduhan di terpa pada ayah-ayah
yang telah syahid di pertempuran
meninggalkan anak-anak
yang kebulur kasih pejuang keluarga
merehatkan senjata tangan
untuk di hayunkan batu-batu kecil
pada musuh-musuh Allah itu.

Dia meracuni fikirannya
dengan ayat-ayat gambar
si kecil menggendong senjata
di angkat menujah langit
di hala pada lensa-lensa kamera.
Dan dia tidak senang
pada ajaran songsang itu
yang menghancur sayang si anak
pada bangsa-bangsa dunia.

Butakah sahabatku
tatkala racun-racun media
menuduh perjuangan Islam
pada nama yang hina, yang songsang
lebih songsang dari ajaran si ayah.

Celiklah kawanku
anak-anak itu tiada mengerti
apakah sayang lahir dari kebencian?
Hingga gamak menikam ayah mereka
memercikkan darah yang merah
menghias jalan-jalan cinta
yang dahulunya riah menyegar.

Renunglah temanku
keamanan apakah dengan pertumpahan darah?
Si laknat pendidik dan pendusta
menyaji janji-janji palsu
tiada yang bersih dari kata
dan si anak berdendam benci
pemungkir yang hidup sedari
terusan menutur dusta.

Hari ini hari mereka
esok mungkin hari kita.

Kay
Loughborough, UK
19 Ogos 2006

1 comment:

aku said...

kelemahan kita..kita merancang tapi tak sehebat mana
kita tinggalkan apa yang kita punya
kita abaikan segalanya

 

Blogger news

Blogroll