Dayuskah aku, tatkala mereka di rejam
Aku membuta pekakkan telinga
Bayu yang manis membelai rahangnya
Kini tinggal kicauan zikir
Memanggil dan terus memanggil
Di mana pejuang zaman ini?
Pintu al-Hambra menjemput sayu
Bisikannya terasa di gegendang
Bergema, sebentar dan hilang
‘Pulangkan kami pada yang hak’
Aku, palingkan wajah mendongak tinggi
Dikaukah yang bersuara wahai tembok?
Sepi membalut kembali
Tika sepoi angin menjengah
Berduyung panggilan jihad
Sahut menyahut di pangkalan renda
‘Allahu Akbar!’
Takbir berlarutan pergi
Tanahmu aku jejak, akhirnya
Manis, realiti mimpi
Bungkam melihat keindahan
Serangkai pohon melilit kehijauan
Terukir sejarah silam, yang hilang kini
Demam mendaulatkan sejarah
Runtuh segalanya
Kenangan memahat di hatiku
Pengajaran tersekat di bibirku
Dunia, bangkitlah memaut Islam
Kay @ 26 April 06 - 3.15 pm
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




No comments:
Post a Comment