Penyeksaan bertambah-tambah
Maha penunjuk belang; kekejaman
Membunuh nyawa kelahiran
Biar kecil
Biar kemerahan
Kerna gentar di jatuhkan
Bumi tersentuh darah berjuntai
Sang ibu mencari helah3 bulan bergendong dalam dakapan
Bisakah jasad kecilnya bernyawa
andai bernama lelaki
Hari demi hari
Semakin getar menempuh hidup
Tangisan membelai dunia
Bayi kecil mengecap bayu
Semakin jahanam bumi mesir
Ketakutan Bani Israil meningkat
Musuh mencari-cari
sang comel lagi; dan lagi
Wahyu penyelamat si bayi
Di hanyutkan bawaan arus sungai nil
Terhenti di persisiran istana; Fir'aun
Asiah jelita tertarikTerkejut Yukabad pada khabar
Menggendong jasad lembut
Di pujuk suami tercinta
Terlupa kekejaman sementara
Membelai bayi Musa
yang di angkut sebagai anak
Anaknya di hujung pedang?; sangkaan
Suara jauh terdengar
Musa selamat dalam asuhan
Lega menyelimut diri
Istana megah meneduhnya
Yakin janji Tuhan
Melindung picisan hidup si anak
Ibu susuan di perlukanMusa membesar
Rumah ke rumah; masih gagal
Wajah itu berpaling
Tiap kali di sua hidangan bayi
Hairan Fir'aun berkerut
Tatkala hadir
Tawaran seorang priya; Yukabad kembali
Tangis bayi terhenti jua
Kekosongan terisi
Dunia mengejar
Senak pada dugaan
Insaf membelit rongga
Sedang nabi teruji; kita?
Kay @ 24 Feb 06 - 11.15pm




No comments:
Post a Comment