Tika pintu di ketuk
bahana mencurah perit
detik demi detik
dentingan mencurah keringat
apakah salah perbuatanku?
Terus menghitung
membilang nama-nama Allah
agar dian itu menerangi
gelita hati yang menyepi.
Tatkala suara-suara norma
kembali merenung
mencuri halwa telingaku
mengiring bait-bait kesah
berbunga bicara taushiah
yang menggegar iman puitis
menarik muncung
apakah salah perbuatanku?
Sering berjela, meratap gila
mengungkit aksara-aksara
sejarah tuk ketika.
Tema juang berkunjung
meludah hati yang kotor
mencarik jiwa-jiwa suci
yang ku julang tinggi
yang ku pinta berkali
dan aku terperangkap; pada misteri
kabur di heret silam, bersama
pergi selamanya, berganti
kalimah Ilah, berderet selari.
Sajak ni khas buat seorang sahabat di sana.
Moga dalam ketabahan memperjuangkan hak
dan menolak batil.
Kay
Loughborough, UK
21 Ogos 2006
Monday, August 21, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




1 comment:
dalam mengelak kefasikan lidah manusia
kita sering tersilap menyusun bicara
dalam mengintai helah durjana
kita tersasar memahaminya
bathil akan terus ada
benar akan terus tersiksa
benar dusta tu nyata
bala berkunjung angkara kita
namun dimana kita..siapa kita
bersilat kita kena
mengelak pun kena
bijaksana tak seberapa
tenaga pun tak kemana
lalu apa yang kita ada?
Post a Comment