
Menjerit meraung
menahan nanah keperitan
dugaan laksamana litar
di hantar sekilat jerung
bergetar aluran bumi
yang pernah di uji
mengusung trauma kembali.
Tangan-tangan menggapai
angin yang halus
tiada tali menyinggah
hanya gema sang bumi
menggigil di arah Tuhan,
takut
pada murka
atau menduga.
Pemungut nyawa melebar sayap
bersedia di ruang langit
ajal mereka sudah tiba
terimalah, redhalah.
Bermacam gaya itu kehendak-Nya
ngilu, seram, sakit, pedih,
itu pengajaran kita
lihatlah ke hadapan
ajal tidak kenal erti masa.
Kay
Loughborough, UK
(28 Mei 2006 - Gempa Bumi Yogyakarta)




No comments:
Post a Comment